Mencegah dan Mengakhiri KDRT

MENCEGAH DAN MENGAKHIRI KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (Prof. Dr. Louise Gandhi – Lapian)

KDRT memang perlu mendapat penanganan utama, karena pendidikan pertama dan utama di mulai dalam keluarga dan rumah tangga.

Pangkal tolak kerangka berpikir di sini adalah bahwa kekerasan diajarkan dan disosialisasikan kepada pelaku kekerasan, karenanya seharusnya dapat pula dicegah dan diakhiri melalui pendidikan dan sosialisasi. Dalam KDRT tercakup pula Kejahatan Trafiking perempuan dan anak, karena ternyata kekerasan ini dilakukan juga dalam rumahtangga, oleh anggota keluarga, bahkan orangtua korban.

UPAYA DAN KENDALA .

Bertahun-tahun telah diupayakan langkah tindak bahkan Pemerintah telah menyusun Rencana Strategis Nasional dan sosialisasi untuk mencegah dan mengakhiri KDRT.

Di kantor-kantor Polisi telah dibentuk Ruang Pelayanan Khusus (RPK) untuk melayani korban kekerasan.

Di beberapa kota telah diadakan Pusat Krisis (Crisis Center) dan Rumah Aman (Shelter) untuk menampung dan memulihkan korban, secara fisik mau pun psikis.

Bantuan hukum diberikan oleh LSM.

Hasilnya kurang memuaskan. Analisa lantas dilakukan. Yang menjadi fokus selama ini adalah korban KDRT yaitu perempuan dan anak. Acara sosialisasi UUPKDRT ternyata mayoritas yang hadir, bahkan sering hanya perempuan.

Kendala-kendala yang dihadapi adalah kendala yang dihadapi perempuan sebagai korban kekerasan, yaitu budaya untuk menjaga nama baik keluarga, sehingga sang ayah atau anggota keluarga pelaku kekerasan, tidak boleh sampai diketahui di luar rumah tangga, apalagi sampai dilaporkan kepada aparat penegak hukum.

Undang-undang P KDRT memberikan ancaman hukuman penjara yang berat terhadap pelaku KDRT antara lain: 5 tahun bahkan 10 tahun jika korbannya jatuh sakit atau luka berat dan 15 tahun jika korban meninggal.

Nah, jika pelakunya itu pencari nafkah bagi keluarga lalu ia dihukum masuk penjara, maka memikirkan akibatnya bagi kehidupan keluarga khususnya anak-anak, merupakan kendala bagi korban untuk melaporkan sang pelaku kepada aparat penegak hukum. Selain itu ada pengaruh norma budaya dan sosial yang kuat berlaku yang akan menyalahkan perempuan yang melaporkan atau membuka aib dan rahasia keluarga.

Tercatat kasus-kasus yang dilaporkan kebanyakan kepada LSM dan Ketua RT, sedikit yang sampai ke polisi, dan jarang yang sampai ke Pengadilan, paling-paling kalau korban cacat berat atau meninggal.

Dari uraiain di muka nyata bahwa hasil berbagai upaya menghapus KDRT tidak memuaskan, malahan sering menimbulkan frustrasi.

Pemerhati dan aktivis yang prihatin dan mengupayakan pencegahan dan penghapusan KDRT, secara global menyepakati, bahwa upaya hendaknya berfokus bukan saja pada korban KDRT tetapi juga pada pelaku KDRT, yang ternyata pada umumnya adalah pria. Pendekatannya bukan “Kekerasan Terhadap Perempuan” tetapi “Kekerasan Berbasis Gender” (Gender – based violence).

PENGERTIAN GENDER

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah “seks” dan “gender” adalah jenis kelamin.

Telah diterima secara global, bahwa istilah seks pria dan seks perempuan adalah kodrati, misalnya alat kelaminnya, haid, fungsi melahirkan dan menyusui. Jadi secara kodrati antara pria dan perempuan ada perbedaan yang tidak bisa berubah. Makanya kita tidak berbicara mengenai kesetaraan dan persamaan seks.

Istilah gender pria dan gender perempuan tidak kodrati melainkan timbul dan berkembang dalam masyarakat dan berbeda-beda di berbeda-beda di berbagai masyarakat, misalnya peran mencari nafkah bagi pria, peran mengurus rumahtangga dan mengasuh anak bagi perempuan, sifat perkasa bagi pria dan sifat lemah lembut bagi perempuan.

Istilah gender pria dan gender perempuan tidak kodrati melainkan timbul dan berkembang dalam masyarakat, dan berbeda-beda di berbagai masyarakat, misalnya peran mencari nafkah bagi pria, peran mengurus rumahtangga dan mengasuh anak bagi perempuan, Citra gender bisa berobah, melalui pendidikan, sosialisasi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: