Pengertian dan Pengartian Kekerasan Terhadap Perempuan

PENGERTIAN DAN PENGARTIAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN (Prof. Dr. Louise Gandhi – Lapian)

Deklarasi Penghapusan Kekerasam terhadap Perempuan yang diadopsi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa tanggal 20 Desember 1993, memberikan perumusan mengenai kekerasan berbasis gender.

Pasal 1 menentukan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah:

– Setiap tindakan berdasarkan perbedan jenis kelamin
– Yang berakibat atau mungkin berakibat kesengsaraan atau penderitaan perempuan
– Secara fisik, seksual, atau psikologis
– Termasuk ancaman tindakan tertentu
– Pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenang-wenang
– Baik yang terjadi di ranah publik atau dalam kehidupan pribadi (ranah domestik/privat)

Pasal 2 menentukan bahwa kekerasan terhadap perempuan harus dipahami mencakup, tetapi tidak hanya terbatas pada hal-hal sebagai berikut:

a. Tindak kekerasan secara fisik, seksual, dan psikologis yang terjadi dalam keluarga, termasuk pemukulan, penyalahgunaan seksual atas anak-anak perempuan dalam keluarga
– Kekerasan yang berhubungan dengan mas kawin
– Perkosaan dalam perkawinan
– Perusakan alat kelamin perempuan
– Dan praktek-praktek kekejaman tradisional lain terhadap perempuan
– Kekerasan di luar hubungan suami isteri
– Dan kekerasan yang berhubungan dengan eksploitasi

b. Kekerasan secara fisik, seksual, dan psikologis yang terjadi dalam masyarakat luas, termasuk:
– Perkosaan
– Penyalahgunaan seksual
– Pelecehan dan ancaman seksual di tempat kerja, di lembaga pendidikan, dan di mana pun
– Perdagangan perempuan dan pelacuran paksa

c. Kekerasan secara fisik, seksual, dan psikologis yang dilakukan negara atau diabaikan oleh negara di mana pun terjadinya.

Secara global dapat dicatat dari berbagai seminar dan makalah yang telah mengidentifikasi bentuk atau wujud dari kekerasan berbasis gender yaitu:

1. KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga). Seperti incest, perkosaan dalam perkawinan atau marital rape, kekerasan fisik, kekerasan psikis, kekerasan ekonomi.

2. Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, termasuk perkosaan, insest oleh anggota keluarga, mutilasi alat kelamin perempuan, perbudakan seksual, paksaan kehamilan, pornografi, kekerasan terkait mas kawin, kekerasan dalam peperangan seperti pembunuhan dan perkosaan, kekerasan emosional, penculikan untuk prostitusi, kawin paksa, dan sebagainya. Kekerasan ini terjadi baik di dalam rumah tangga mau pun di luar, di ranah publik dan yang sekarang makin memprihatinkan yaitu Trafiking atau Perdagangan Perempuan dan Anak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: